Photobucket brankas webzine
sikat, simpan dan sebar !

Afternoon Folk #2

     

11 hours ago
0 notes

Launching New Album Existence ; Destruction This fuckin Pain

 

Launching New Album

Existence ; Destruction This Fuckin Pain

23 Juni 2013 

at Coban Talun Batu

Start 11.00 WIB

HTM 7K or Kaset 25K

3 days ago
0 notes

Blues Night ; Back to Vintage

BLUES NIGHT ; BACK TO VINTAGE

Sabtu 23 Maret 2013

@ Lapangan Parkir STIKI MALANG. 

Sesi I  : 15.00 - 19.00 All Genre
Sesi II : 19.00 - Till End “Back To Vintage”

Special Perform :

ALSOO
The Beat On Repeat
The Classic Cluster
The Deadly Experiment
The Ratna
The Suka-Suka
Kobra
Video Tape
and many more…


Pendaftaran Band 
Kesekretariatan KOMPENI STIKI MALANG 
JL TIDAR 100 Malang
hub. 085330215506/ 08566691438

2 months ago
0 notes

EXISTENCE ; Society a Crazy Breed

Kebosanan, muak, dan marah. Sebuah deskripsi atas ketidakpuasan yang selalu dengan sukarela disuarakan oleh sektor D – Beat Punk Malang, Existence. band yang beberapa waktu lalu mengeluarkan single bertajuk “Destruction This Fucking Pain”. Kabarnya juga akan segera merilris album anyar dalam waktu dekat. Terlalu bodoh dan menyedihkan jika bunuh diri adalah pilihan wahid ketika kebosanan, dan ketidakpuasan yang memuakkan semakin menghimpit. Berikut sedikit interview singkat padat dan syarat dengan mocking juga sedikit destruktif. Selamat membaca :)

          “Destruction this fucking pain with total self control”

image

Pertama-tama sekedar pertanyaan basa-basi, boleh cerita sedikit hal nyeleneh atau apalah yang memutuskan kalian untuk membentuk band ini ? – berikut dengan line-up terkini –

Karena ingin membuktikan meskipun kami seorang punk ,terlihat urakan atau apalah, tapi kami juga bisa bermusik dan lewat musik kami bisa menyampaikan pesan, kesan, rasa ketidakpuasan kami atau hal-hal yang mungkin tidak tersampaikan lainya

Wacana apa yang sering kalian usung dalam setiap anthem lagu-lagu kalian?

Tentang pengalaman hidup yg pernah kami alami ( sosial ) , ketidakpuasan terhadap sistem yang terlalu mengekang dan lain-lain.

Deskripsikan musik kalian dalam 3 kata ?

Bautz : raw less roll

Tam”s : D.I.Y

Gilank : penaaakkk sip jos

Ilham : war wer wor

Kenapa memutuskan untuk memilih d-beat atau swedish-punk

sebagai alternatif musik kalian ?

Karena kami merasa musik d-beat sangat cocok sebagai refrensi band

kami dalam menyampaikan sebuah pesan lewat gaya bermusik kami

Sosok paling berpengaruh dalam bermusik ?

Bautz  : sid vicious

Tam”s : J.simon (vicious)

Gilank : saya sendiri

Ilham  : keyakinan

Setelah EP “Total Self Control”, Kabarnya kalian akan merilis

album baru ? Boleh ada bocoran sedikit?

Kami akan menyelesaikan album baru kami di pertengahan tahun ini,

ditunggu supportnya thank’s

Apa yang membedakan antara EP terdahulu dengan album baru kalian nanti ?

Kalau album baru kami yang jelas akan terdengar lebih RAW, lebih pastinya BELI dan DENGARKAN isi dalam kaset itu sendiri hahaha

Lagu anyar kalian “Destruction This Fucking Pain” kalian

terdengar pemarah. Seperti ada hal yang sedang mengganggu

benak kalian, apa itu ?

Bautz  : society a crazy breed

Tam”s : society a crazy breed

Gilank : society a crazy breed

Ilham  : society a crazy breed

Untuk siapa atau untuk hal apa repetisi “Raimu Gathel” kalian

tujukan? Hahaha …

Bautz   :  Buat orang yang rela mengabaikan teman demi reputasinya

Tam”s  : Buat semua orang yang mengaku dirinya sebagai pimpinan (kalian begitu sangat menyedihkan)  

Gilank : Buat orang yang rela mengabaikan teman demi reputasinya

Ilham   : Buat orang yang rela mengabaikan teman demi reputasinya

3 Hal yang kalian lakukan selain bermusik ?

Bautz  : Bekerja, beribadah, nongkrong

Tam”s : ibadah dalam hati, berkarya, berproses mungkin haha

Ilham  : beribadah, bercinta, bergurau hahaha

Seberapa penting rilisan album fisik bagi kalian ?

Tidak begitu penting, sebenarnya rilisan fisik hanya kami buat untuk teman atau orang yang minat dan penasaran dengan musik kami aja

Eksistensi menurut kalian ?

Kami ingin mereka yang buta karena melihat kami dari sisi negatif bisa sembuh dari penyakitnya agar bisa melihat kami dari sisi positif, dalam punk sendiripun menurut saya eksistensi sangat dibutuhkan.

Read More

3 months ago
3 notes

Murcaning Piandel Tanah Jowo. Gonjang Ganjing 4”.

Budak Hitam Corporation Kembali menggelar acara musik cadas Murcaing Piandel Tanah Jowo, Gonjang Ganjing 4. Acara musik cadas bertemakan budaya jawa ini akan menyuguhkan band - band cadas garda depan. Metalhead yang patuh wajib datang.

image

Minggu, 27 januari 2013

Start : 14.00 – 22.00 

at Aula ITN Malang, Jl. Bendungan Sigura – Gura 2

Tiket : Rp.25.000,- / Tiket Presale : Rp.20.000,-

Upeti 1: Rp55.000 Gratis 1 Tiket masuk + 1 CD Sekarat | Upeti 2: Rp50.000 Gratis tiket masuk + 1 CD Gusar | Upeti 3: Rp150.000 Gratis 1 Tiket Masuk + 1 CD Sekarat + 1 CD Gusar + Kaos Acara

Perform :

-    GUSAR

-    BANGKAI

-    METALLIC ASS [JOGJA]

-    ANORMA

-    SEKARAT

-    PERISH

-    CORVOISHIT#7

-    SILENCE IS BROKEN

-    BREATH OF DESPAIR

-    ANTIPHATY

-    FALLEN TO PIECES

-    INNERSIG

-    NEUROSESICK

-    DIFFICULT AND HARD

-    DRESTARATA

-    HELLHOUND

-    CHERNOBYL

-    GOD SERVANTS

 

CP : 08986353666 / 089680623666

4 months ago
1 note

MALANG RECORDS DAY

 

MLG RECORDS DAY

30 Mei 2013

@Legipait

Pkl. 15.00 - end

Free!

2 days ago
0 notes

MALANG MODS MONDAY

      

MALANG MODS MONDAY

26 Mei 2013

@ Coffe Time

Start 18.00 WIB - Selesai

FREE

PERFORMANCE:

NO MAN’S LAND

INNOCENTI (JKT)

PEKA

UNDA UNDI

SKARIKATUR

ETC

3 days ago
0 notes

Kereta Uap Freshwater Fish dan Mitos Modernisme

Seniman adalah manusia dengan privileges yang mesra. Bagaimana tidak, seorang seniman dapat menciptakan dunia sendiri. Seperti Stanislas Fumet ungkapkan bahwa “ Dengan penuh rasa bersalah seni mencoba bersaing dengan Tuhan”. Atau dapat diartikan ¾meminjam kalimat Goenawan Mohammad¾ mampu menjangkau dunia yang selalu menjauh, dapat langsung hadir di dalam dan bersama kita. Dengan radikal pula, seniman tidak dapat menerima kenyataan dunia karena tidak sesuai dengan harapannya. Untuk itu Albert Camus dalam essay Seni dan Pemberontakan menasehati :

“Kreasi seni adalah kehendak kesatuan dengan, dan suatu penolakan terhadap dunia. Ia menolak dunia karena hal-hal yang tidak ada padanya, dan atas nama hal-hal yang, kadang-kadang, ada padanya.”

Oleh karenanya, seniman hadir untuk membuat dunia dan kehidupan ini lebih baik pada hakikatnya. Dan penerjemahan secara konteks sebuah karya seni  menjadi antropologis karena harus merangkul realitas ruang dan waktu karya itu dilahirkan. Saat mengetahui hal ini, saya pun tergoda untuk mendadarkan gagasan kontekstual kelompok musik dari kota Malang, Freshwater Fish dengan nilai-nilai pergerakan Postmodernisme. Meski rilisan terakhirnya (Mini album yang akan saya bahas) Animal Simbolikum telah lama rilis, namun saya pikir belum ada yang menulis topik di atas. Padahal, FWF beserta Animal Simbolikum (dan seluruh karya sebelumnya) adalah kereta yang memuat gerbong-gerbong teks penuh gagasan-gagasan yang menarik, mengkritisi, kadang juga menggugat atau sekedar berdoa untuk sampai pada stasiun yang lebih baik.

Sekilas, Postmodernisme

Descartes menyeruakkan mantra cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada), saat gamang dengan eksistensinya di dunia. Disaat itu pula, Dia ikut membidani lahirnya Eropa menuju jaman pencerahaan (enlightments /aufklaurung ) yang kini fasih disebut modernisme. Sebuah perayaan kebebasan terhadap kekuasaan puritan, namun dalam aspek tertentu kemajuan ini tidak selalu membawa dampak yang baik. Atau istilahnya, membawa permasalahan modernitas.

Keburukan modernitas berupa isu busuknya kapitalisme, demoralitas, depresi, alienasi, memberi jalan lega untuk munculnya gerakan Postmodernisme. Tema postmodernisme sendiri sering dianak-tirikan karena dianggap sebagai “mode intelektual yang kosong” atau gaya-gayaan biar gaul. Hal itu disebabkan karena payung Postmodernisme meneduhi cendekiawan dekonstruksionis (Derrida, Lyotard, Foucault, Baudrillard) yang gemar membongkar segala nilai dan konvensi menjadi nihil. Dalam ranah seni, pemikiran ini menjungkirbalikan kesepakatan yang sangat sakral bagi seniman, yaitu orisinalitas sebagai tanda kejeniusan. Seniman Postmodern lebih senang mencampur karya seni yang sudah ada kemudian dikembangkan untuk nilai konteks yang baru. Untuk mengaktualisasikan ide tersebut, Andy Warhol mereproduksi foto Monroe dan logo Coke menjadi ikon budaya populer sepanjang sejarah seraya menambahkan “Segala sesuatu adalah seni”. Sejak itu pula seniman bukanlah bagian dari masyarakat elit, hari ini seniman adalah masyarakat biasa (terlebih untuk band independen), mereka kebanyakan membaur dengan peran masyarakat biasa, seperti pelajar, pekerja, dan pengangguran. Kini postmodernisme dipahami sebagai usaha untuk mengungkapkan kebusukan dari yang modern dan mendaur ulangnya.

Kereta uap Freshwater Fish dalam Animal Simbolikum

           image

Dan, FWF yang lahir pada realitas tersebut, ikut menawarkan  pemberontakan terhadap tendensi modernisme. Dalam lagu Hati Hitam. Repitisi lirik menolong imaji mengenai keyakinan, Tuhan dan diri, seperti dalam penggalan

“//Ku dekap erat// hati yang hitam//Dalam dekapan cinta//Kuterluka/ tersayat dosa/ Berbicara tentang kebenaran.”

Seperti ini lah wajah manusia yang tersesat dalam mencari kebenaran mutlak dan pembebasan karma menuju nirwana. Seperti kita tahu, dunia modern didominasi oleh sains dan logika empiris positivis yang menjadi standar kebenaran. Hal tersebut membuat ide tentang Tuhan, moral dan nilai spiritual kehilangan arti. Konsekuensi dari kemenangan modern nyatanya hanyalah degradasi moral, keterasingan diri dan anomie. Dari situlah kita tersayat oleh dosa, seolah-olah merasa telah menemukan kebenaran.

Kenyataan modernisme yang memuja oposisi biner, seperti positif-negatif, baik-buruk, hitam-putih, fakta-nilai. Pandangan dualistik seperti membuat suatu pemaknaan objektifikasi, terlebih saat dihadapkan pada manusia-dunia. Bahwa ada kebutuhan kemanusiaan di satu sisi dan alam di lain sisi. Yang mana kini hanya alam yang menjadi objek, manusia merasa telah bisa menjinakan alam. ini berarti eksploitasi alam secara membabi buta. Dan inilah dunia yang dirasakan oleh FWF dalam Cinta Segitiga, dibuka dengan :

Memejam dalam cekam// Dihadapakan seribu persimpangan// Menuju makam// Dengan geram menggenggam// Peta alam yang buram// Tinggal seracau doa yang mampu kusisihkan kepada alam….

kita semua sadar akan kehilangan kebaikan alam, yang dulu pada jaman pra modern begitu memuja alam. berdoa untuk kebaikan alam pun bukan hal utama, karena berdoa sebagai afirmasi pada ketakutan untuk hidup telah mendominasi pikiran, raga dan logika. Maka gambaran dunia (world view) yang dikonstruksi oleh modernisme, dikritisi oleh postmodern dengan duduk dalam posisi anti gambaran dunia, tidak lain karena yang kita lihat hanya “peta alam yang buram”. FWF ingin menunjukan bahwa alam sesungguhnya adalah media untuk mengenalkan manusia dengan sang pencipta. Dan manusia dapat berhubungan dengan alam melalui sebuah rasa atau intuisi. Lalu bagaimana jika rasa itu telah terkikis oleh logika empiris? Pertanyaan ini lah yang dirasakan pada bait Ketika sadar akan kepergian rasa//Cinta pertama yang dikhianati raga// Ketika sadar akan kepergian rasa// Kumohon kembalilah yang telah tiada.

Read More

2 months ago
1 note

Imaji Patriotisme dan Kekerasan Massal ; Screening Film : The Act of Killing (2012) MLG

image

Sejak sekitar bulan Agustus 2012, di beberapa milis, lini-massa dan beberapa portal berita alternatif sedang ramai perbincangan mengenai  film semi-dokumenter rilisan baru  yang dibuat, Joshua Oppenheimer yang menarasikan tentang sejarah epik Indonesia medio 1965an yang tentu saja kita semua tahu ; Pergolakan Rezim dan Kekerasan Massal. Sisi liyan (the others) dari sebuah rezim terkuat dan terkorup yakni sebuah Orde Baru di bawah kepemimpinan yang diktator dan militeristik dalam gerakan pemusnahan massal yang dikenal dengan G30S/PKI. Sebuah film yang cukup bernas dan menendang pantat kita dari kebekuan, sebuah hegemoni berpikir selama 40 tahun semenjak film-film propaganda jaman Orba menjadi tontonan wajib semasa SD. Film yang cukup membuka ruang perspektif baru ini berjudul ; The Act of Killing (Jagal) yang disutradarai sendiri oleh subjek pelaku sejarah sekaligus salah satu tokoh algojo yang sangat ditakuti di wilayah Medan, Sumatera Utara ; Anwar Congo.

 image

Joshua yang hanya berperan sebagai produser dan fasilitator tidak hanya menawarkan isu kontroversial, namun dari teknis pengerjaannya pun, ia menawarkan metode alternatif baru. Joshua mengambil sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan film dokumenter lain. Dimana sudut pandang utama film ini murni dari si pelaku sejarah yang justru bangga akan aksi masokisnya. Dari aspek inilah mungkin, beberapa juri di Festival Film Indie Internasional di Toronto, AS mengkategorikan film ini sebagai pemenang.

Film ini merupakan film semi-dokumenter dimana Joshua merekonstruksi sebuah peristiwa ke dalam peristiwa yang baru dengan sedikit bumbu surealis dimana Joshua dan Anwar Congo menghadirkan scene dengan idiom-idiom absurd, menggambarkan mengenai karakter dan imajinasi  masokisme dari pelaku sejarah sendiri  dalam tiap eksekusi  membunuh korban-korbannya.

Sejak waktu rilisnya, September 2012 sampai kini, film ini telah diputar di beberapa kota di Indonesia baik di lingkup akademis, maupun non-akademis. Kesempatan itu juga didapat oleh kolektif otonom kawan-kawan Malang dengan mengadakan Screening Film ; The Act of Killing (2012)  ini secara sederhana  di sebuah warung Kedai Koppie sekitaran ITN  pada Sabtu, 19 Januari 2013 kemarin. Beberapa dari rekan mengundang beberapa individu-individu lintas-kolektif, akademis maupun non-akademis. Proses pemutaran berjalan cukup lancar namun sayang kaset CD yang diperoleh dari rekan Jogja tersendat (damaged) pada menit 110, dimana benak kami terpaksa dipaksa henti dan penuh dengan dugaan-dugaan sementara yang cukup menggantung. Tidak menyia-nyiakan waktu, salah seorang rekan akhirnya menggelar acara sarasehan atau diskusi  dan review bebas dan santai hingga larut malam.

 image

Film ini menarasikan tentang hegemoni sebuah rezim yang  suram dimana memang bangsa kita pernah melaluinya. Sejarah kekejaman sebuah rezim yang penuh ironi, tragedi kemanusiaan namun disajikan dengan humor-satire  ala Anwar Congo cs dalam tiap eksekusi pembunuhan mereka. Dimana Anwar Congo, Adi Zulkadri dan beberapa anggota ormas bentukan sayap kanan militer tersebut justru  merasa tindakan mereka bukan tergolong sebagai  kejahatan kemanusiaan. Dimana mereka justru bangga dan menggolongkan perbuatan mereka tersebut ke dalam aksi patriotisme dalam upaya penyelamatan tampuk kekuasaan Indonesia dari ancaman komunisme.

 

Read More

3 months ago
1 note

Bangkit Melawan ; Positive Mental Attitude

Bangkit Melawan. Muda dan berbahaya. Satu lagi amunisi dari sektor HC/Punk MLG yang mungkin sudah kalian kenal masing-masing. Duet vokalis compatible, dan beberapa waktu menggunakan topeng di setiap gigs nya, bahkan ditelanjangi bulat-bulat di venue. Band HC/Punk ini membawa pesan-pesan Positive Mental Attitude dan sedikit provokatif mengenai optimisme dan bagaimana bangkit dari keterpurukan di usia-usia setengah matang dalam balutan distorsi yang dalam namun segar. Mereka juga sempat terlibat dalam proyek usil dan kecil-kecilan dari mini label Tahu Teror berupa 3 way-split bersama Free Speech dan Terali Besi. Baru-baru ini juga telah menelurkan single apik berjudul Amorfati. Akhirnya dengan senang hati meluangkan waktunya untuk mengisi angket sederhana dari kami. Oke gak banyak cakap, Here`s Bakwan, Bangkit Melawan. Refuse, Resist and Revolt for fun :)

image

Yaa, untuk pertanyaan basa-basi boleh sedikit berbagi cerita ttg hal-hal nyeleneh atau hal apa yang membuat kalian memutuskan  membentuk band ini ? Dan juga line up terkini ?

V : Singkat cerita band ini terbentuk di akhir 2009 dengan formasi awal Tio, Vino, Wiro, dan Hediarto. Yang kemudian Tio dan Hediarto tidak bisa melanjutkan karena terbentur pendidikan dan kesibukan lainnya. Kemudian pergantian pemain diawali oleh Bima menggantikan Hediarto dan disusul Ardi menggantikan Tio. Kemudian memiliki 2 lagu sendiri dan mulai muncul di gigs-gigs kecil. Lagu ketiga dibuat dengan konsep duet dengan Prana untuk mengisi sesi rap di lagu tersebut. Tak lama kemudian Prana pun direkrut dalam band untuk membantu sang biduan Ardi bernyanyi. Sehingga konsep duo vokal untuk meramaikan band ini. Seiring perjalanan waktu, untuk lebih memantapkan genjrengan gitar, maka dimasukkan lah Cendol sebagai gitaris kedua. Sehingga saat ini personil terakhir adalah Ardi pada vokal, Prana pada vokal, Vino pada gitar, Cendol pada gitar, Wiro pada bass, dan Bima pada drum.

Jadi intinya personil kita saat ini ada :

Ardi – vokal

Prana – Vokal

Vino – gitar

Cendol – gitar

Wiro – bass

Bima - drum

Oiya, di interview ini jawabannya minus Bima, karena susahnya dihubungi dan tidak pernah bertemu dengannya, harap maklum gays :D

Deskripsikan konsep musik kalian dalam 3 kata ?

A : bebas, kacau, dan suka-suka

P : hardcore punx n roll

V : Oldschool, bergembira dan bersenang-senang.

C : aprehensive comedy n’ roll

W : Liar, liar, liar

Untuk pembuatan lirik lagu, kebanyakan kalian berbicara tentang apa dan apa yang ingin kalian tekankan pada penikmat musik sini ?

V : Sementara ini lirik lagu masih seputar semangat, kebersamaan, positive mental attitude yah seputar pesan band-band youth crew era 90-an. Sedangkan untuk saat ini kita masih mengeksplor lirik, setengah jadi sudah ada tentang kota kami, sedikit politik, kehidupan sekitar, pengalaman pribadi, mungkin juga putus cinta hahahaha :D

P : Dulu pas demo bakwan kami banyak menulis tentang pma atau apalah itu. tapi beberapa lagu sekarang kami banyak menulis lirik tentang sudut pandang kami pada yang terjadi pada kami dan sekitar kami . beberapa dari kami juga sekarang kalo menulis lirik terinspirasi dari tulisan2 subcommandante marcos, jonny ‘itch’ fox, dewi lestari, dan masih banyak lagi. jadi intinya sekarang kami banyak menulis lirik yang berkisah mengenai kehidupan nyata, orang orang yang nyata, situasi nyata dan psiko-geografi dari lanskap ”perang”, imajinasi, dan cinta dan lain2 hahahahahahaha aauuuoooooooo guk guk meeong

W : Mungkin kebanyakan lirik dari lagu kami sebelumnya berceritakan tentang semangat muda, ketidak menyerahan, pma. Mungkin lagu yang selanjutnya akan lebih bervariasi dan mungkin akan menceritakan pengalaman kami dan kehidupan sosial di sekitar kami :D

Read More

4 months ago
4 notes